PKL di Kala Pandemi
PKL menjadi sasaran kebijakan pemerintah yang represif karena dianggap merusak keindahan kota, dan kini ditambah dengan stigma "penyebab kerumunan".
politik - ekologi - teknologi
politik - ekologi - teknologi
PKL menjadi sasaran kebijakan pemerintah yang represif karena dianggap merusak keindahan kota, dan kini ditambah dengan stigma "penyebab kerumunan".
Pandemi tidak bisa menghentikan program magang yang menjadi salah satu persyaratan wajib bagi mahasiswa untuk dapat lulus dari kampusnya.
Jimat bukanlah lelucon. Lelucon yang sebenarnya justru dimunculkan oleh pejabat dan tokoh masyarakat kita.
Tuntutan melakukan perubahan mendadak membuka mata kita terhadap beragam fakta tentang pembangunan yang timpang. Sesuatu yang mungkin baru disadari dampaknya saat kita beralih dari tatap muka ke tatap layar.
Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan melawan pandemi. Berita tentang para pejuang di garda depan yang gugur karena Covid-19 membawa ketakutan.
Pandemi memperburuk kondisi kelompok yang sebelumnya sudah termarjinalkan, bahkan menyeret anak muda, yang sedang memperlihatkan kegagahan mereka sebagai perantau, menjadi kelompok rentan.
Kami menawarkannya sebagai sebuah sumberdaya bagi sebuah dunia yang berubah setelah pandemi. Etnografi tambal-sulam memperluas pemahaman tentang material, perangkat, objek yang dapat digunakan dalam analisis.
Struktur sosial yang timpang ini menjadikan masyarakat kita sesungguhnya rentan (vulnerable) terhadap goncangan sosial, krisis ekonomi dan gejolak politik.
Menjaga pertemanan, kepedulian, keintiman adalah demi bertahan di tengah kejamnya kompetisi pasar bebas.
Sistem politik tertutup tidak memungkinkan transparansi. Pemerintah menjadi satu-satunya sumber informasi.