Sebagian besar warga merasa terpaksa menerima keadaan. Mereka tidak punya pilihan lain. Ada yang memang sudah tinggal selama puluhan tahun di sana. Mereka hanya bisa berharap agar pemerintah tidak hanya peduli pada proyek teknologinya, tetapi juga pada warga yang tinggal di sekitar kawasan TPA. Modernisasi TPA memang sangat penting, akan tetapi jangan lupakan mereka yang hidup di sekitarnya. Pembangunan yang baik bukan hanya soal teknologi dan fisik saja, tetapi juga soal keadilan, pemerataan dan keberpihakan kepada mereka yang paling terdampak.
Tag: teknologi
Ketika Air Mengalir Tidak Merata: Kelangkaan Infrastruktur di Perdesaan
Modal awal yang dibutuhkan untuk menyediakan akses cukup besar dan tidak semua warga memiliki kemampuan tersebut. Akses air tidak lagi menjadi hal universal, melainkan privilese yang diperoleh melalui kemampuan finansial. Infrastruktur menjadi alat distribusi air sekaligus alat produksi (dan reproduksi) ketimpangan.
Inklusi/Eksklusi “Smart City” di Malang
Partisipasi oleh digitalisasi adalah mitos. Alih-alih meningkatkan partisipasi warga dan inklusif, yang terjadi adalah sentralisasi teknokratik. Warga pengguna tetap jadi penonton, bukan jadi pelaku. Padahal, salah satu pilar utama Smart City adalah partisipasi dan pemberdayaan warga.
Sang Pengendali Banjir: Peran Operator Bendungan bagi Sistem Sungai
Pengalaman berkunjung ke Bendungan Wilalung menyadarkan saya bahwa rekayasa sungai sejak zaman kolonial untuk kepentingan manusia. Saya mulai mempertanyakan: benarkah manusia adalah “sang pengendali air” untuk kepentingannya sendiri? Atau, manusia harus yang beradaptasi dengan dinamika air di sungai?