Kerja domestik bukan “kodrat” perempuan, melainkan keterampilan dasar yang semestinya bisa dipelajari dan dibagi. Ketika perawatan dipaksa menjadi tugas otomatis dari perempuan, yang terjadi bukan hanya ketimpangan di rumah, tetapi juga ketidakadilan lingkungan. Ekofeminisme, dalam konteks ini, bukan sekadar “membela perempuan”, melainkan membongkar cara kerja dunia yang bergantung pada kerja perawatan gratis yang dilakukan oleh perempuan dan planet. Produksi pengetahuan harus hadir sebagai relasi, sebagai jejaring, dan sebagai “laku”—agar ilmu pengetahuan dapat menjadi kerja yang merawat kehidupan.