Sebagian besar gerakan lingkungan dan sosial arus utama tetap terpisah dan tidak tertarik pada perjuangan eko-anarkis dan pertahanan tanah masyarakat asli (adat dan lokal). Sudah saatnya bagi kita untuk melihat rangkaian proses-proses ini secara negatif: jangan lagi gunakan istilah-istilah teknis dan akademis untuk menampakkan pemakluman, mempromosikan pesona mereka dan mempromosikan ketergantungan yang dinormalisasi, serta biaya-biaya sosio-ekologis.
Category: Ekologi
Sebuah Minifesto untuk Tak-Mendisiplinkan Politik Ekologi
Ada banyak bentuk keilmuan yang tidak mendisiplinkan, dan cara mempraktekkannya yang menantang pendisiplinan yang menindas akademisi neoliberal. Menjadi tak-terdisiplinkan dalam dunia akademis dapat menjadi bagian dari tujuan sosial yang lebih luas.
Negara Kuasa dan Marginalisasi Petani: Kisah Dua Petani Madura Menghadapi Pandemi
Krisis pangan merupakan bencana kemanusiaan karena potensial memunculkan kelaparan massal yang berujung pada kematian. Subjek rentan yang menerima dampak paling besar dari krisis ini adalah petani di kawasan perdesaan.
Mengggelar Diskusi Buku di Kala Pandemi
Situasi krisis justru menjadi peluang untuk memberikan karpet merah terhadap investor.
Jimat dan Lelucon Covid-19
Jimat bukanlah lelucon. Lelucon yang sebenarnya justru dimunculkan oleh pejabat dan tokoh masyarakat kita.
Pandemi Korona Menguak Wajah Kita
Menjaga pertemanan, kepedulian, keintiman adalah demi bertahan di tengah kejamnya kompetisi pasar bebas.
Perang Senyap
Sistem politik tertutup tidak memungkinkan transparansi. Pemerintah menjadi satu-satunya sumber informasi.
Kerahasiaan COVID-19 di Indonesia: Antara Ekonomi dan Harga Diri Hampa Pemerintah
Ketidakjelasan pemerintah Indonesia tentang situasi COVID-19 di negaranya bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Itu mungkin berasal dari ketidaktahuan pemerintah tentang cara mengelola pandemi ini.
10 Buku Antropologi Ekologi Progresif
Melalui etnografi, konsep dan teori filsafati yang susah dicerna dapat dijelaskan dengan bukti empirik. Narasi gamblang mengungkapkan krisis lingkungan akibat prinsip ekonomi neoliberalisme. Krisis lingkungan ini merugikan perempuan, petani gurem, nelayan, masyarakat adat, ras/etnis minoritas, dan alam itu sendiri yang seharusnya juga punya hak asasi untuk hidup.
Meneropong Peran Tiongkok Pasca-Pandemi
Banyak pihak bertanya-tanya tentang bagaimana nasib globalisasi pasca krisis akibat pandemi COVID-19. Persaingan politik internasional memang tidak bisa tidak untuk mengabaikan peran Tiongkok dalam percaturan global.