Catatan Diskusi Buku “The Culture of Disaster”
Wabah menjadi bagian dari keresahan masa lalu, sekaligus penanda keresahan eksistensial manusia saat ini.
politik - ekologi - teknologi
politik - ekologi - teknologi
Wabah menjadi bagian dari keresahan masa lalu, sekaligus penanda keresahan eksistensial manusia saat ini.
Kompleksitas persoalan membentuk karakter buas sebuah kota yang melayani industri ekstraktif sementara mengeksploitasi manusia dan alamnya. Tidak banyak ruang yang tersisa untuk penduduk kota: orang-orang menetap di sudut-sudut kota, "ruang-ruang tersisa", yang mungkin direncanakan, mungkin ditinggalkan. Beberapa wilayah tanpa surat-surat memiliki hak kepemilikan yang lemah, dan mungkin dapat digusur kapan saja.
Sebagian besar gerakan lingkungan dan sosial arus utama tetap terpisah dan tidak tertarik pada perjuangan eko-anarkis dan pertahanan tanah masyarakat asli (adat dan lokal). Sudah saatnya bagi kita untuk melihat rangkaian proses-proses ini secara negatif: jangan lagi gunakan istilah-istilah teknis dan akademis untuk menampakkan pemakluman, mempromosikan pesona mereka dan mempromosikan ketergantungan yang dinormalisasi, serta biaya-biaya sosio-ekologis.
Ada banyak bentuk keilmuan yang tidak mendisiplinkan, dan cara mempraktekkannya yang menantang pendisiplinan yang menindas akademisi neoliberal. Menjadi tak-terdisiplinkan dalam dunia akademis dapat menjadi bagian dari tujuan sosial yang lebih luas.
Krisis pangan merupakan bencana kemanusiaan karena potensial memunculkan kelaparan massal yang berujung pada kematian. Subjek rentan yang menerima dampak paling besar dari krisis ini adalah petani di kawasan perdesaan.
Situasi krisis justru menjadi peluang untuk memberikan karpet merah terhadap investor.
Jimat bukanlah lelucon. Lelucon yang sebenarnya justru dimunculkan oleh pejabat dan tokoh masyarakat kita.
Menjaga pertemanan, kepedulian, keintiman adalah demi bertahan di tengah kejamnya kompetisi pasar bebas.
Sistem politik tertutup tidak memungkinkan transparansi. Pemerintah menjadi satu-satunya sumber informasi.
Ketidakjelasan pemerintah Indonesia tentang situasi COVID-19 di negaranya bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Itu mungkin berasal dari ketidaktahuan pemerintah tentang cara mengelola pandemi ini.