Belajar Kampung sampai ke Bangkok
Para peserta berdiskusi tentang apa yang mereka jumpai. Warga lokal pun ikut menyaksikan pemaparan tersebut dan memberi tanggapan atas temuan para peserta.
politik - ekologi - teknologi
politik - ekologi - teknologi
Di awal 2020, Perkumpulan Peneliti Eutenika mencetuskan “Inisiatif Songgoriti” atas masukan dari salah seorang anggota perkumpulan yang prihatin dengan kondisi pemuda di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata di Kota Batu. Rencana itu tertunda karena pandemi dan baru bisa direalisasi pada 2022.
Dalam perkembangannya, Inisiatif Songgoriti melibatkan koordinasi dengan FISIP Universitas Brawijaya, Southeast Asia Neighborhoods Network (SEANNET), dan Karang Taruna Songgokerto. Salah satu buah dari proses itu adalah Inside Songgoriti, sebuah platform multimedia bagi anak muda Songgoriti untuk mencurahkan gagasan-gagasannya.
Para peserta berdiskusi tentang apa yang mereka jumpai. Warga lokal pun ikut menyaksikan pemaparan tersebut dan memberi tanggapan atas temuan para peserta.
Perbincangan itu muncul dari keresahan akibat keberadaan kampung wisata yang kerap mengabaikan suara pemuda dalam perencanaan dan pengembangannya.
Ada anggapan dari masyarakat bahwa ketika anak muda berkumpul pasti melakukan hal negatif. Dengan aktif di sinoman dan Karang Taruna, para pemuda hendak membuktikan bahwa mereka juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Lingkungan Songgoriti bermula dari keresahan para pemuda di Songgoriti terkait stigma negatif yang dilekatkan banyak orang pada kampungnya. Salah satu upaya melawan stigma tersebut adalah memproduksi narasi alternatif tentang kampungnya dari sudut pandang berbeda.