Mengkaji Ilmu Sosial Pasca 1998
October 10, 2021
Ketahanan Ekonomi
November 13, 2021

Waktu & Tempat:

  • Hari, tanggal: Jumat, 29 Oktober 2021.
  • Waktu: 16.00-18.00 WIB.


 

MovieTalk

Memori


Dalam In the Prison (2018) Yanto, seorang aktivis politik Papua, menceritakan kisahnya selama menjalani tahanan. Selama dia bercerita, film menyajikan kegiatan berkebun dan menambang. Surat Cinta kepada Sang Prada (2012) menceritakan kisah Etty, perempuan Merauke, yang mengungkapkan kerinduannya pada seorang prajurit tentara dan mempertanyakan kapan dia akan kembali. Anak mereka, yang dijuluki “anak kolong”, sering dimaki dan disebut tak punya sosok bapak.

Grandpa Manam (2017) mempotret usaha Tete Manam yang mencari cara untuk kembali ke kampung halamannya. Dari Biak, dua kali dia merantau ke Jayapura. Pertama, ketika Belanda menduduki Papua. Kedua, saat Indonesia masuk ke Papua. Sambil menunggu uang terkumpul, Tete Manam mengisi hari-harinya dengan mendengarkan radio dan menghubungi anak-anaknya. Perjalanan hidupnya terlukiskan lewat berbagai dokumen, berita pemerintahan, dan lagu-lagu lawas.

Pada kegiatan kali ini, kita akan membincangkan bagaimana film sebagai teknologi penyimpanan dan representasi memori atas pengalaman individual bersama beragam rezim kekuasaan dan pelbagai upaya mengatasi dampaknya? Bagaimana memori-memori individual bekerja sebagai representasi dari pengalaman kolektif menghadapi represi?Bagaimana film bekerja secara berbeda dan/atau sama dibandingkan dengan media-media lain dalam menghadirkan memori?

Diskusi bersama:

  • Yuliana Langowuyo (SKPKC Fransiskan Papua)
  • Cyprianus Dale (CSEAS, Universitas Kyoto)
%d bloggers like this: